Google+ Followers

Rabu, 31 Mei 2017

Zaha Hadid, Muslimah Ratu Arsitek Dunia di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/celebrating-zaha-hadid-6269828326227968.4-l.png

Zaha Hadid, arsitek muslimah asal Inggris ditampilkan dalam Google doodle hari in tanggal 31 Mei 2017i. Zaha Hadid yang karya-karya arsitekturnya menembus pakem yang ada, diberi apresiasi tinggi olehGoogle dalam mengenang setahun meninggalnya perempuan berjuluk ‘Ratu Kurva’ ini. Tidak main-main, Zaha Hadid adalah perempuan sekaligus muslimah pertama yang mendapatkan Pritzker, penghargaan tertinggi di bidang arsitektur, Pritzker, pada 2004.

Jika kita mengunjungi Google hari ini, pandangan mata akan langsung tertumbuk pada perempuan dengan rambut bergelombang dan dandanan anggun, sedang berdiri di depan bangunan unik, Heydar Aliyev Center. Iya, perempuan tersebut, Zaha Hadid adalah arsitek yang menciptakan bangunan yang terletak di Baku, Azerbaijan itu.

Zaha Hadid jelas bukan orang biasa. Karya-karyanya tampil di berbagai belahan dunia. Dikutip dari Tempo, bangunan yang didesaim oleh kecerdasan perempuan ini adalah Vitra Fire Station di Jerman, Riverside Museum di Skotlandia, atau Dongdaemun Design Plaza di Korea Selatan, . Yang baru saja selesai dirampungkan tahun lalu adalah Salerno Maritime Terminal di Italia.

Tidak hanya itu, penggemar sepakbola pasti sudah tahu karya besar Zaha Hadid, yaitu Stadion Al-Wakrah, Qatar, yang bakal menjadi venue bersejarah untuk menggelar Piala Dunia pertama kali di tanah Arab, tepatnya di Qatar pada tahun 2022 mendatang. Dan jika melihat sekian karya Zaha Hadid, kita akan dengan mudah memahami, ciri khasnya adalah bangunan yang bagai ‘tidak mengenal bentuk pada umumnya’.

https://reps01.s3.amazonaws.com/product_designer_detail/catalogue/6c4f7ed4b77a638f81278f415899850657f1f37e.jpeg
Atas alasan inilah, Zaha Hadid disebut-sebut sebagai ratu kurva. Ia “Membebaskan geometri dalam arsitektur, memberikannya identitas ekspresi baru. Karyanya tidak hanya mengeksplorasi bentuk, tetapi juga menjelajahi fungsi bangunan sampai melebihi batas-btas yang selama ini menjadi sekat.

Zaha Hadid jelas menjadi inspirasi banyak orang, termasuk kaum wanita, dan terutama muslimah. Tidak hanya terkait karya-karya arsitekturnya, tetapi juga kata mutiara yang disampaikan perempuan kelahiran 1950 ini.

Satu yang cukup sering menjadi rujukan adalah ucapan, “Wanita selalu diberi tahu, ‘kamu tidak akan berhasil, terlalu sulit, kamu tidak dapat melakukan ini dan itu, jangan masuk kompetisi ini, kamu tidak akan pernah memenangkannya”. Padahal,mereka membutuhkan kepercayaan diri dan orang-orang di sekitar untuk mendorong kelanjutan upaya mereka.”


Sumber : Sidomi

Selasa, 16 Mei 2017

Apa Itu Mekanisme Antikythera? Ada di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/115th-anniversary-of-the-antikythera-mechanisms-discovery-6292005859622912-l.png

Google Doodle hari ini, Rabu tanggal 17 Mei 2017, mencantumkan peringatan ke-115 penemuan Mekanisme Antikythera. Apa itu Mekanisme Antikythera? Sepenting apakah hal tersebut sehingga dipilih untuk menghiasi tampilan Google Doodle hari ini? Ternyata, itu adalah alat yang diduga sebagai komputer tertua di dunia.

Mekanisme Antikythera diciptakan jauh sebelum perangkat komputer dikenal dan populer saat ini. Tahun 1901, ditemukan suatu alat di sebuah kapal yang karam di Laut Aegean, sebelah selatan Yunani. Penemuan tersebut cukup membingungkan para ilmuwan karena tidak sepenuhnya dimengerti fungsi peralatan itu.

Setelah dilakukan penyelidikan dan penelitian, ternyata alat yang dibuat dari logam itu diyakini sebagai komputer pertama di dunia yang diperkirakan tercipta pada sekitar 150 tahun sebelum masehi dan diduga kuat merupakan salah satu karya cipta dari orang-orang pada masa Yunani Kuno. Dengan kata lain, Mekanisme Antikythera sudah berusia 2.000 tahun lebih.

https://4.bp.blogspot.com/-2JfdfSA9qko/V7NJvyX_YSI/AAAAAAAAAR8/KwqBMnn9x0A_xpg58CRDt0d8Hgjvz4FnQCK4B/s400/Ekspedisi%2BUntuk%2BUngkap%2BMisteri%2BMekanisme%2BAntikythera%2B-1.jpg
“Mekanisme Antikythera telah mengajarkan kepada kami adalah bahwa para mekanik Yunani kuno dapat merancang dan membangun perangkat yang sangat kompleks. Perangkat itu memiliki skala yang sangat kecil,” papar Profesor Alexander Jones, pakar sejarah astronomi kuno dari Institute for Study of the Ancient World, New York, Amerika Serikat.

Berdasarkan hasil penelitan yang berhasil diungkap pada 2016 lalu, Profesor Alexander Jones menyebut Mekanisme Antikythera memakai prinsip matematika dan menyajikan agenda ilmiah untuk menguak misteri alam semesta yang memang menjadi salah satu bahan perdebatan para filsuf dan pemikir pada zaman Yunani Kuno.


Sumber : Sidomi

Selasa, 09 Mei 2017

181 tahun Ferdinand Monoyer di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/ferdinand-monoyers-181st-birthday-5105939098107904.2-law.gif

Dua huruf “O” di halaman utama Google berubah menjadi ilustrasi sepasang mata. Mengapa demikian?
Klik tombol segitiga yang ada di ujung kanan logo Google tersebut, maka Anda akan melihat ilustrasi mata itu berkedip.

Sementara itu di bagian kanan itu akan muncul tabel berisi deretan abjad, yang biasanya digunakan untuk pemeriksaan mata.

Klik sekali lagi, maka akan muncul keterangan lebih detail yang menampilkan hasil pencarian tentang seorang pria bernama Ferdinand Monoyer.

Google Doodle hari Selasa tanggal 9 Mei 2017 ini merupakan persembahan ulang tahun ke 181 untuk Ferdinand Monoyer. Dia adalah seorang dokter mata asal Perancis yang lahir pada 9 Mei 1836 silam. Ferdinand Monoyer meninggal pada 11 Juli 1912.

Semasa hidupnya, Ferdinand Monoyer dikenal sebagai orang yang memperkenalkan diopter atau satuan pengukur kekuatan optik dan tabel Monoyer.

Tabel Monoyer yang diciptakan Ferdinand memiliki bentuk serupa dengan tabel yang ditampilkan di sisi kanan Google Doodle hari ini. Fungi tabel Monoyer adalah untuk menguji kemampuan visual mata seseorang.


https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/14/Ferdinand_Monoyer.jpg
(Sumber gambar : Wikipedia )
Setiap deretan huruf dalam table Monoyer ini mewakili ukuran diopter, dari paling kecil hingga paling besar.

Selain itu, deretan huruf itu mewakili ukuran jarak yang diperlukan agar seseorang bisa membacanya.
Pada masa 100 tahun lalu, tabel Monoyer tersebut merupakan tabel pengujian mata pertama yang dibuat dengan sistem desimal.

Dalam tabel pengecekan mata ini tersembunyi deretan huruf yang mengeja nama penemuanya, yakni Ferdinand Monoyer.

Deretan huruf tersebut disusun terbalik, dari bawah ke atas, dan disematkan kanan dan kiri tabel.
Kata Ferdinand ada di deretan huruf sebelah kanan, sedangkan kata Monoyer ada di deretan huruf sebelah kiri.


Sumber : http://tekno.kompas.com

Senin, 01 Mei 2017

Memperingati 110 Tahun Pelukis Affandi di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/affandis-110th-birthday-5143928419385344.7-l.png

Tanggal 1 Mei 2017 menandai ulang tahun ke-110 dari Affandi, seorang pelukis kenamaan asal Indonesia. Affandi adalah sosok legendaris di dunia seni rupa. Tak hanya di Tanah Air, karya-karnyanya juga terkenal di mancanegara.

Lahir di Cirebon pada 1907, maestro bernama lengkap Affandi Koesoema tersebut dikenal memiliki gaya khas yang didapat dengan cara membubuhkan cat langsung dari kemasannya ke atas kanvas. Lalu, alih-alih kuas, menggunakan jari jemarinya untuk melukis.

“Doodle hari ini mengenang Affandi dengan menerapkan gaya yang mirip,” tulis Google dalam laman penjelasannya mengenai Doodle ulang tahun Affandi, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Senin (1/5/2017).

“Garis-garisnya seperti guratan Affandi, luwes dan bersemangat, dengan warna-warna macam yang dulu biasa dipakainya,” imbuh Google.

http://4.bp.blogspot.com/-7_PeaCEz6YQ/Vhsz6dV7AyI/AAAAAAAAAUY/xSV_GLKJh5E/s1600/affandi-koestomo.jpg
(Sumber gambar : dunialukisan-javadesindo.blogspot)
Affandi sempat melakoni beberapa profesi. Laman Affandi.org menyebutkan bahwa dia pernah bekerja sebagai guru hingga pemeriksa karcis dan penggambar billboard film di bioskop di Bandung. Cat dari sisa-sisa pekerjaan disimpannya untuk menyalurkan hobi melukis yang mulai ditekuni pada dekade 40-an.

Di masa ini Affandi berpartisipasi dalam perjuangan kemerdekaan, antara lain dengan membuat poster propaganda “Boeng, Ajo Boeng”. Idenya dari Bung Karno, modelnya pelukis Dullah, dan kata-katanya dari penyair Chairil Anwar.

Di akhir dekade 40-an hingga awal 50-an, Affandi berkelana keliling dunia untuk melukis. Dia memamerkan karyanya di ibukota negara-negara Eropa, termasuk, Paris, London, dan Roma.

Affandi tutup usia pada 23 Mei 1990, setelah menghasilkan lebih dari 2.000 karya lukis sepanjang hidup. Sebagian di antaranya bisa disaksikan di Museum Affandi di Yogyakarta.


Sumber : http://tekno.kompas.com