Google+ Followers

Kamis, 17 Agustus 2017

72 Tahun Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/indonesia-independence-day-2017-4877453817282560.4-l.png

Hari ini Kamis, 17 Agustus 2017 merupakan ulang tahun Republik Indonesia yang ke-72. Hari kemerdekaan Indonesia ini turut dirayakan oleh situs pencari Google dengan menayangkan sebuah doodle khusus di laman utama Google.co.id.

Doodle kali ini menampilkan enam orang dari berbagai suku di Indonesia. Keenam orang itu sedang berada dalam satu perahu yang sama.

"(Doodle) Merangkum semangat 'kesatuan dalam keragaman' (Bhinneka Tunggal Ika), semboyan nasional Indonesia (berasal dari sebuah puisi Jawa abad ke-14) yang mendefinisikan kegembiraan hari bersejarah ini," sebut Google dalam laman keterangan mengenai doodle yang bersangkutan.

Dijelaskan pula, pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, Jakarta dan beberapa kota besar lainnya biasanya menggelar parade, termasuk marching band dan dekorasi bendera Merah Putih. Upacara bendera juga akan mendominasi hari Kemerdekaan Indonesia.

https://www.budiono.net/wp-content/uploads/2017/06/logo-hut-ri-72-tahun-indonesia-kerja-bersama.png
Google juga mengatakan, perayaan hari kemerdekaan di Indonesia lazim diwarnai oleh berbagai macam permainan tradisional seperti panjat pinang, balap karung, dan lomba memasak.

Saat diklik, doodle akan menampilkan laman hasil pencarian dengan kata kunci “Hari Kemerdekaan Indonesia”.

Menurut Google, doodle Hari Kemerdekaan Indonesia 2017 ini dibuat oleh artis lokal bernama Aditya Pratama. Ilustrator dan desainer asal Bandung ini telah banyak menghasilkan karya-karya seni. Ia memajang sejumlah coretan tangannya di situs ini.
Sejak beberapa tahun terakhir, laman Google.co.id rutin menampilkan doodle bertema kemerdekaan Indonesia saban tanggal 17 Agustus.

Tahun lalu, Google menampilkan tiga orang anggota pengibar bendera pusaka (Paskibraka). Pada 2015, Google menampilkan tugu proklamasi dalam doodle 17 Agustus. Pada 2014, sebuah ilustrasi karya desainer lokal Indonesia yang dipajang. Lalu, tahun 2013 dan 2012 masing-masing menampilkan gambar burung Garuda dan lomba balap karung.


Sumber : http://tekno.kompas.com

Jumat, 21 Juli 2017

Ulang Tahun ke-106 Marshall McLuhan di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/marshall-mcluhans-106th-birthday-6207431578222592.3-law.gif

Google Doodle hari ini tanggal 21 Juli 2014 merayakan hari kelahiran ilmuwan asal Kanada, Marshall McLuhan, yang ke-106.

Ia dikenal sebagai pakar teori media karena kontribusinya bagi dunia periklanan dan televisi.

Nama McLuhan populer karena pemikirannya tentang desa global, pernyataan "the medium is the message" atau pesan sebagai medium dan yang paling terkenal, prediksinya akan World Wide Web 30 tahun sebelum ditemukan.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f8/Marshall_McLuhan.jpg
(Sumber gambar : Wikipedia )
Pemikiran McLuhan, seperti dikutip dari laman The Verge, didasari empat hal yang menilai masyarakat dibentuk oleh teknologi dan bagaimana informasi dibagikan.

Ia membagi sejarah media ke dalam empat babak, yaitu zaman lisan (the acoustic age), zaman sastra (the literary age), zaman cetak (the print age) dan zaman elektronik (the electronic age).

Konsep tersebut ia tuangkan dalam buku “The Gutenberg Galaxy” yang terbit pada 1962, bertepatan dengan popularitas televisi.

Dalam buku tersebut, seperti dilansir dari Telegraph, ia menuangkan ide bahwa dunia sedang memasuki zaman keempat, yakni zaman elektronik yang disokong oleh perkembangan teknologi.

Masyarakat berada dalam desa global (global village) karena semua orang memiliki akses ke informasi yang sama berkat teknologi.

Istilah desa global kemudian diinterpretasikan sebagai “internet”.


Sumber : http://www.antaranews.com
Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Gilang Galiartha

Rabu, 12 Juli 2017

Ulang Tahun ke-79 Eiko Ishioka di Logo Google

http://cdn.metrotvnews.com/dynamic/content/2017/07/12/728095/NPrtWnl924.JPG?w=650

Anda mungkin tidak mengenal nama Eiko Ishioka, tapi kemungkinan, Anda pernah melihat karyanya.

Wanita asal Jepang itu selalu berhasil mencuri perhatian dengan desainnya yang sensual, baik dalam bentuk iklan cetak, cover album dan kostum dalam film.

Menurut laporan CNET, Ishioka berhasil mendapatkan penghargaan Oscar, Grammy dan 2 nominasi Tony. Untuk menunjukkan apresiasinya, Google lalu mendedikasikan Doodle hari ini tanggal 12 Juli 2017 untuk merayakan ulang tahun Ishioka yang ke-79.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/5/57/Eiko_Ishioka.jpg/240px-Eiko_Ishioka.jpg
(Sumber gambar : Wikipedia )
Lahir dan dibesarkan di Tokyo, Ishioka belajar menjadi seorang graphic designer sebelum menjadi art director. Poster buatannya untuk Apocalypse Now yang disutradari oleh Francis Ford Coppola mendorong keduanya untuk bekerja sama dalam film Bram Stoker's Dracula yang tayang pada 1992. Dalam film tersebut, kostum buatan Ishioka berhasil memenangkan penghargaan Academy Award for Best Costume.

Ishioka memenangkan Grammy berkat desainnya dari album Miles Davis pada 1986, Tutu. Pada 1988, dia berhasil masuk dalam nominasi Tony Award berkat desain kostumnya dalam pentas Broadway, M. Butterfly.

Selain kostum untuk film dan pentas, Ishioka kemudian juga bertanggung jawab untuk membuat desain dari seragam dari beberapa tim di Olimpiade Musim Dingin 2002 yang diadakan di Salt Lake City, Utah. Dia juga membuat kostum untuk para pemain Cirque de Soleil dan logo untuk Houston Rockets, tim bola basket profesional di NBA. Selain itu, ia menyutradari video musik untuk Björk, yang berjudul Cocoon pada 2002.

Doodle Google tentang Ishioka menunjukkan desain buatannya untuk film petualangan fantasi oleh Tarsem Singh, yang berjudul The Fall. Ishioka meninggal karena kanker pankreas pada 2012.


Sumber : http://teknologi.metrotvnews.com

Minggu, 09 Juli 2017

Ulang Tahun ke 293 Eva Ekeblad di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/eva-ekeblads-293rd-birthday-5169157527044096.3-l.png

Laman mesin pencari Google hari ini, Senin 10 Juli 2016, menunjukkan ilustrasi talenan dengan potongan kentang di atasnya yang membentuk kata "Google". Gambar atau doodle spesial itu untuk memperingati hari ulang tahun Eva Ekeblad ke-293.

Eva Ekeblad adalah seorang agronom, ilmuwan, sekaligus bangsawan terhormat dari Swedia. Ia dikenal luas ketika membuat ekstraksi alkohol dan tepung dari kentang pada tahun 1746.

Kentang sejatinya telah diperkenalkan ke Swedia pada 1658, tapi hanya dibudidayakan di rumah kaca dari kalangan aristokrat. Eva Ekeblad membuat kentang lebih merakyat hingga menjadi makanan pokok orang Swedia.

Penanaman kentang secara massal berdampak ke banyak hal. Pasokan gandum dan jelai untuk membuat roti semakin meningkat dan mengurangi angka kelaparan di Swedia.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/28/Evadelagardie.gif
(Sumber gambar : Wikipedia )
Tak berhenti sampai di situ, Eva Ekeblad juga menemukan metode pemutihan tekstil kapas dan benang dengan sabun pada 1751. Ia juga mengsubstitusi bahan-bahan berbahaya dalam kosmetik dengan menggunakan bunga kentang.

Atas segala kontribusinya, Eva Ekeblad menjadi perempuan pertama yang masuk keanggotaan Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia pada 1748. Tiga tahun setelahnya, pada 1751, Eva Ekeblad didaulat sebagai anggota kehormatan pada organisasi kaum akademik tingkat tinggi tersebut.

Eva Ekeblad yang berasal dari darah biru dipercaya untuk mengurus tiga perkebunan oleh keluarganya. Ia digambarkan sebagai orang yang tempramental, namun adil dan melindungi kaum petani.

Perempuan tangguh tersebut juga sering menggelar salon -sebutan untuk perkumpulan antarbangsawan- di rumahnya. Sosoknya yang ramah dan membumi meninggalkan kesan yang mendalam bagi masyarakat Swedia hingga kini.

Ia menghembuskan nafas terakhir pada 1786 di usia ke-61. Namanya dan kontribusinya masih terus dikenang dan dirayakan dengan doodle oleh Google.


Sumber : http://tekno.kompas.com

Kamis, 29 Juni 2017

Victor Hugo, Penulis Romantis yang Muncul di Logo Google

http://assets.kompas.com/crop/0x0:1000x667/750x500/data/photo/2017/06/29/3232148148.JPG

Google Doodle hari ini, Jumat 30 Juni 2017 merayakan Victor Hugo yang bernama lengkap, Victor-Marie Hugo. Jika Anda klik panah yang mengarah ke kanan, Google akan menampilkan beberapa gambar pada tahun-tahun penting hidup Victor. Di antaranya, 1831, 1856, 1862.

Victor lahir 26 Februari 1802, di Besançon, Prancis, kemudian meninggal 22 Mei 1885 di Paris. Seperti dikutip dari Britannica.com, Jumat, 30 Juni 2017, Victor Hugo seorang penyair, novelis, dan penulis drama yang tergolong paling penting di antara para penulis romantis Prancis. Namun, dia jauh lebih terkenal di luar negeri daripada di Prancis. Karya-karyanya seperti novel "Notre-Dame de Paris" (1831) dan "Les Misérables" (1862) masih terus dibaca.

Lalu, siapa sebenarnya Victor Hugo? Dia anak ketiga dari Joseph-Léopold-Sigisbert Hugo. Sejak kecil, ayah Victor terus-menerus bepergian dengan tentara kekaisaran. Ayahnya memang sorang mayor yang kemudian menjadi jenderal di tentara Napoleon. Namun, adanya perselisihan dan perbedaan pandangan membuat orang tua Victor terpisah. Kondisi ini membuat hidup Victor berantakan.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/88/Victor_Hugo_by_%C3%89tienne_Carjat_1876.jpg
( Sumber gambar : Wikipedia )
Dia terpaksa pergi dari Paris ke Elba atau Napoli atau Madrid. Namun dia selalu kembali lagi ke Paris bersama ibunya. Kejatuhan kekaisaran sekitar tahun 1815 sampai 1818, menjadi momen Victor belajar tanpa gangguan di Pension Cordier dan Lycée Louis-le-Grand.

Dia pun lulus dari fakultas hukum di Paris. Walaupun memang, studinya ini tampak kurang berhubungan dengan tujuannya. Justru, kenangan hidupnya sebagai siswa miskinlah yang mengilhaminya menulis sosok Marius dalam novelnya "Les Misérables". Sejak 1816, Victor Hugo mulai punya ambisi selain hukum. Dia mulai mencatat, menulis ayat atau prosa, dan membuat ulasan.

Pada 1821, ibunya meninggal dan Victor menikah dengan Adèle Foucher. Dari pernikahan itu, mereka punya lima anak. Pada tahun yang sama dengan pernikahannya, Victor Hugo menerbitkan buku tentang puisi, "Odes et poésies diverses". Puisi ini cukup menunjukkan sisi pribadi Victor Hugo.

Pada 1823, dia menerbitkan novel pertamanya, "Han d'Islande", yang lalu pada 1825 muncul dalam terjemahan bahasa Inggris "Hans of Iceland". Dia pun mulai terlibat dengan penulis lain yang memuja romantisisme dan mereka pun bertemu secara teratur di Bibliothèque de L'Arsenal. Victor Hugo terus-menerus tanpa henti menghasilkan karya dan memperbaiki karya-karya terdahulunya.

Victor Hugo benar-benar eksis sebagai pemuja romantisisme yang sejati. Dia mampu membuat karya yang memiliki banyak kontradiksi dan memasukkan unsur yang tragis. Sehingga secara intelektual, karyanya yang rumit memang sangat berbeda dengan karya-karya pengarang sebelumnya.

Victor Hugo juga dekat dengan para penganut liberalisme, terutama setelah ada pembatasan kebebasan pers. Raja Prancis Charles X kala itu melarang pertunjukan panggung karyanya "Marion de Lorme" (1829). Namun, Victor Hugo semakin ternama dengan karya-karyanya. Salah satunya, melalui novel historisnya "Notre-Dame de Paris" pada tahun 1831.

Dia tidak puas hanya mengekspresikan emosi pribadi. Sehingga keresahannya tentang politik, sosial, agama pun diintegrasikan dalam karyanya. Aktivitas dramanya pun terus dicurahkan. Memang ada dua motivasi kala itu, pertama untuk menyuarakan gagasan politik dan sosialnya. Kedua, dia ingin menulis untuk aktris cantik Juliette Drouet, yang kemudian menjadi teman dekatnya.

Prestasi sastranya diakui
Prestasi sastra Hugo diakui dan dipilih pada tahun 1841, setelah tiga kali gagal terpilih dalam Akademi Prancis. Lalu, pada 1845, dia juga masuk nominasi ke Chamber of Peers. Sejak saat itu, Victor Hugo hampir berhenti mempublikasikan karyanya. Selain karena tuntutan masyarakat dan kehidupan politik, persoalan juga datang dari masalah pribadi.

Dia kehilagan Putrinya, Léopoldine, yang baru saja menikah. Putrinya secara tidak sengaja tenggelam dengan suaminya pada bulan September 1843. Luka yang dirasakan Victor dituangkan dalam puisi yang kemudian dikenal "Les Contemplations". Puisi itu terbagi menjadi "Autrefois" dan "Aujourd'hui", momen kematian putrinya menjadi tanda antara kemarin dan hari ini.

Victor menemukan kembali kelegaan saat mengerjakan sebuah novel baru, yang kemudian menjadi "Les Misérables", yang diterbitkan pada tahun 1862. Karya literatur Prancis Victor Hugo yang luar biasa sangat unik. Dia dikenal selalu menulis 100 baris ayat setiap pagi atau 20 halaman prosa. Dia sangat kuat dalam karya-karya romantisisme.

Beberapa karyanya terus diingat, seperti "Les Misérables" yang dibaca secara luas. Hugo memang penyair dari kalangan orang biasa tetapi tahu bagaimana menulis dengan kesederhanaan dan menggambarkan kekuatan kegembiraan dan kesedihan secara bersamaan.


Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com

Kamis, 22 Juni 2017

Oskar Fischinger Sang Pencipta Animasi Musik di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/2017/fischinger/bg_cta.jpg

Oskar Fischinger sang pencipta animasi musik abstrak dirayakan ulang tahunnya yang ke-117 di Google Doodle hari ini tanggal 22 Juni 2017. Pria bernama lengkap Oskar Wilhem Fischinger ini lahir di Gelnhausen, Kerajaan Jerman pada 22 Juni 1900. Sepanjang hidupnya hingga meninggal pada usia 66 tahun, Fischinger dikenal karena kejeniusannya yang melewati zaman, bukan hanya sebagai pelukis dan pembuat film, tetapi juga sosok yang ‘menampilkan wujud’ musik.

Jika Anda mengunjungi halaman utama Google hari ini, ada yang unik. Yaitu tampilan doodle animasi yang penuh warna. Jika diklik, alih-alih membawa kita ke halaman pencarian ‘Ulang Tahun Oskar Fischinger ke-117′ tetapi ke dalam sebuah permainan membuat komposisi musik sederhana, lengkap dengan penampilan visual sesuai dengan musik yang kita ciptakan. Ini ditambah dengan kata mutiara Fischinger, ‘”Musik tidak hanya berupa suara. Dalam dunia visual, musik hadir dalam bentuknya sendiri.”

Sosok Oskar Fischinger memang tidak biasa. Ia menciptakan animasi musuk abstrak beberapa dekade sebelum adanya video musik dan grafik komputer. Hal ini bisa dilihat dari salah satu karya terbaik pria Jerman-Amerika itu, yaitu film pendek Motion Painting No. 1 (dirilis pada 1947). Dikutip dari Kompas, ia memadukan musik klasik berjudul Brandenburg Concerto no. 3, BWV 1048 dengan gambar-gambar bergerak dalam tumpukan kaca akrilik.

http://www.centerforvisualmusic.org/CVM_OF_B0011_c.jpg
Sepanjang hidupnya, Fischinger menciptakan 50 film pendek, juga sekitar 800 lukisan yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Penemuannya yang tidak kalah penting terjadi pada akhir 1940-an, kala Fischinger menemukan Lumigraph, yang kemudian dipatenkannya pada tahun 1955.
 
Lumigraph ini adalah instrumen yang menghasilkan citra gambar yang dioperasiikan oleh dua orang.

Seseorang bertugas untuk ‘memanipulasi layar’ untuk menciptakan citra gambar sementara yang lain mengubah warna lampu pada isyarat. Lumigraph sendiri tidak berbunyi. Tetapi, ketika Fischinger menampilkannya, Lumigraph ditemani berbagai musik sehingga lebih hidup. Dengan Lumigraph inilah, Fischinger tampil  di Los Angeles dan San Francisco pada awal 1950-an.

Menekuni bidang film tidak membuat Oskar Fischinger berbahagia selamanya. Ada masa-masa sulit yang ditempuhnya sehingga meninggalkan Jerman pada 1936. Namun, tiba di Amerika Serikat, peruntungannya berubah. Pelaku film di Hollywood lebih ampu mengapresiasi karya-karyanya.
Oskar Fischinger yang pindah ke AS, tmeninggal pada usia 66 tahun pada 31 Januari 1967.


Sumber : Sidomi

Rabu, 31 Mei 2017

Zaha Hadid, Muslimah Ratu Arsitek Dunia di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/celebrating-zaha-hadid-6269828326227968.4-l.png

Zaha Hadid, arsitek muslimah asal Inggris ditampilkan dalam Google doodle hari in tanggal 31 Mei 2017i. Zaha Hadid yang karya-karya arsitekturnya menembus pakem yang ada, diberi apresiasi tinggi olehGoogle dalam mengenang setahun meninggalnya perempuan berjuluk ‘Ratu Kurva’ ini. Tidak main-main, Zaha Hadid adalah perempuan sekaligus muslimah pertama yang mendapatkan Pritzker, penghargaan tertinggi di bidang arsitektur, Pritzker, pada 2004.

Jika kita mengunjungi Google hari ini, pandangan mata akan langsung tertumbuk pada perempuan dengan rambut bergelombang dan dandanan anggun, sedang berdiri di depan bangunan unik, Heydar Aliyev Center. Iya, perempuan tersebut, Zaha Hadid adalah arsitek yang menciptakan bangunan yang terletak di Baku, Azerbaijan itu.

Zaha Hadid jelas bukan orang biasa. Karya-karyanya tampil di berbagai belahan dunia. Dikutip dari Tempo, bangunan yang didesaim oleh kecerdasan perempuan ini adalah Vitra Fire Station di Jerman, Riverside Museum di Skotlandia, atau Dongdaemun Design Plaza di Korea Selatan, . Yang baru saja selesai dirampungkan tahun lalu adalah Salerno Maritime Terminal di Italia.

Tidak hanya itu, penggemar sepakbola pasti sudah tahu karya besar Zaha Hadid, yaitu Stadion Al-Wakrah, Qatar, yang bakal menjadi venue bersejarah untuk menggelar Piala Dunia pertama kali di tanah Arab, tepatnya di Qatar pada tahun 2022 mendatang. Dan jika melihat sekian karya Zaha Hadid, kita akan dengan mudah memahami, ciri khasnya adalah bangunan yang bagai ‘tidak mengenal bentuk pada umumnya’.

https://reps01.s3.amazonaws.com/product_designer_detail/catalogue/6c4f7ed4b77a638f81278f415899850657f1f37e.jpeg
Atas alasan inilah, Zaha Hadid disebut-sebut sebagai ratu kurva. Ia “Membebaskan geometri dalam arsitektur, memberikannya identitas ekspresi baru. Karyanya tidak hanya mengeksplorasi bentuk, tetapi juga menjelajahi fungsi bangunan sampai melebihi batas-btas yang selama ini menjadi sekat.

Zaha Hadid jelas menjadi inspirasi banyak orang, termasuk kaum wanita, dan terutama muslimah. Tidak hanya terkait karya-karya arsitekturnya, tetapi juga kata mutiara yang disampaikan perempuan kelahiran 1950 ini.

Satu yang cukup sering menjadi rujukan adalah ucapan, “Wanita selalu diberi tahu, ‘kamu tidak akan berhasil, terlalu sulit, kamu tidak dapat melakukan ini dan itu, jangan masuk kompetisi ini, kamu tidak akan pernah memenangkannya”. Padahal,mereka membutuhkan kepercayaan diri dan orang-orang di sekitar untuk mendorong kelanjutan upaya mereka.”


Sumber : Sidomi